IMMNews Faperta, Makassar – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sukses menggelar Diksuswati (Pendidikan Khusus Immawati) pada 8–10 Agustus 2025 di Somba Opu, Rumah Adat Bulukumba. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ajang strategis bagi kader perempuan IMM (Immawati) untuk memperdalam jati diri, memperkuat karakter, dan meneguhkan peran sebagai perempuan yang adaptif di lingkungan kampus.
Acara pembukaan berlangsung khidmat, dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Pertanian, yakni Wakil Dekan I, Dr. Nadir, S.P., M.Si., Wakil Dekan II, Dr. Ir. Hj. Hikmah, S.Hut., M.Si., IPM., Wakil Dekan III, Ir. Muhammad Ikbal, S.Pi., M.Si., IPM., dan Wakil Dekan IV, Dr. Ir. Nurdin, M.M. Turut hadir pula perwakilan Pimpinan Cabang IMM Kota Makassar, Ketua Bidang Media dan Komunikasi, Kakanda Yuliati, S.P., serta Ketua PIKOM IMM Fakultas Pertanian, Ahmad Syafii Hafid.
Dalam sambutannya, Dr. Ir. Nurdin menegaskan bahwa peran Immawati tidak hanya sekadar pelengkap dalam organisasi, melainkan pilar penting dalam menggerakkan perubahan di ranah akademik dan sosial.
“Diksuswati ini adalah ruang untuk memperkuat identitas dan jati diri sebagai Immawati. Dari sini diharapkan lahir perempuan-perempuan kampus yang tangguh, berkarakter, dan mampu memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. Perempuan IMM harus menjadi teladan, bukan hanya dalam prestasi akademik, tapi juga dalam akhlak dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Kakanda Yuliati, S.P., dalam arahannya kepada peserta, juga menekankan pentingnya Immawati memahami nilai perjuangan IMM.
“Perempuan IMM bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi pembuat sejarah. Jangan pernah merasa kecil di ruang akademik dan sosial. Diksuswati ini adalah titik tolak untuk menguatkan suara dan kiprah kalian di kampus,” pesannya.
Sementara itu, Ahmad Syafii Hafid selaku Ketua PIKOM IMM Fakultas Pertanian menyampaikan bahwa Diksuswati adalah agenda penting untuk memastikan keberlanjutan kaderisasi khusus bagi perempuan IMM.
“Kami ingin Immawati Fakultas Pertanian tidak hanya aktif di organisasi, tapi juga berani mengambil peran strategis di berbagai bidang. Inilah kesempatan untuk menanamkan nilai perjuangan dan solidaritas yang akan menjadi bekal di masa depan,” ujarnya.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi yang dirancang untuk membentuk kepribadian Immawati yang unggul, meliputi penguatan nilai keislaman, wawasan keperempuanan, kepemimpinan perempuan, strategi adaptasi di era digital, dan keterampilan berorganisasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Para peserta berasal dari berbagai komisariat IMM di lingkungan Fakultas Pertanian, menunjukkan semangat dan kekompakan yang tinggi. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antar-Immawati, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk merumuskan peran perempuan IMM di masa depan.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan fakultas, PC IMM Kota Makassar, serta PIKOM IMM Fakultas Pertanian, Diksuswati 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi Immawati sebagai pelopor kemajuan di dunia kampus, sejalan dengan Trilogi & Trikoda IMM: Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas.
Komentar