IMM Pertanian
Beranda » Berita » Amanah di Tangan Kader: Pesan Wakil Dekan IV Menggema dalam Pelantikan PIKOM IMM Faperta 2025–2026

Amanah di Tangan Kader: Pesan Wakil Dekan IV Menggema dalam Pelantikan PIKOM IMM Faperta 2025–2026

Foto Istimewa.
Bagikan ke :

IMMNews Faperta, Makassar – Pagi itu, Kamis 27 November 2025, aula I-GIFT Lantai 2 Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar tidak hanya dipenuhi deretan kursi dan meja rapi. Di ruangan itu, puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Pertanian hadir dengan satu perasaan yang sama: siap menerima amanah.

Bendera merah khas IMM berdiri tegak menghadap podium. Di balik panggung, latar merah-putih dengan tulisan “Pelantikan, Tarpim, dan Rakerpim PIKOM IMM Faperta Unismuh Makassar Periode 2025–2026” menjadi saksi dimulainya fase baru kepemimpinan mahasiswa Fakultas Pertanian.

Acara ini mengusung tema besar:
“Revitalisasi Kepemimpinan Inklusif, IMM Faperta Integratif.”

Tema yang tidak hanya terpajang sebagai slogan seremonial, tetapi menjadi arah ideologis dari perjalanan kepengurusan yang baru dilantik.

Momen ini terasa lebih sarat makna karena Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Hj. Andi Khaeriyah, M.Pd., IPU, berhalangan hadir akibat kondisi kesehatan. Namun pesan dan harapannya tidak hilang. Ia menitipkan pesan langsung melalui Wakil Dekan IV, Dr. Ir. Nurdin Mappa, M.M., yang tampil sebagai suara resmi pimpinan fakultas dalam momentum penting tersebut.

GENIUS 10 Resmi Dibuka: IMM Faperta Unismuh Makassar Dorong Kader Kreatif dan Progresif

Kegiatan ini turut dihadiri dan dibersamai oleh jajaran pimpinan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, yakni Wakil Dekan I, Dr. Nadir, S.P., M.Si, Wakil Dekan II, Dr. Ir. Hj. Hikmah, S.Hut., M.Si., IPM, serta Wakil Dekan III, Ir. Muhammad Ikbal, S.Pi., M.Si., IPM, sebagai bentuk dukungan institusional terhadap proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan mahasiswa di tubuh IMM Fakultas Pertanian.

Saat Dr. Nurdin naik ke podium, ruangan mendadak hening.
Tidak ada suara gaduh, tidak ada bisik panjang. Semua mata tertuju pada satu sosok yang membawa bukan hanya sambutan pribadi, tetapi juga pesan moral dari seorang dekan kepada para kader mahasiswa.

“Ibu Dekan menitipkan pesan kepada seluruh pengurus baru PIKOM IMM Faperta, agar menjadikan organisasi ini bukan hanya ruang aktivitas, tetapi ruang pembentukan karakter, ruang pembibitan pemimpin, dan ruang pengabdian,” ucap Dr. Nurdin dengan suara yang tenang namun tegas.

Ia kemudian menegaskan bahwa IMM bukan sekadar organisasi ekstra kampus, melainkan bagian strategis dari ekosistem akademik di Fakultas Pertanian.

“Kalian bukan hanya mahasiswa yang berorganisasi. Kalian adalah wajah kader Muhammadiyah di ruang intelektual kampus. Jaga nama baik fakultas, jaga nama baik organisasi, dan jaga nilai perjuangan,” lanjutnya.

IMM Faperta Unismuh Makassar Gelar Momentum Syawal: Hidupkan Sunnah, Eratkan Ukhuwah Bersama Korkom IMM Unismuh

Pesan itu tidak dikemas dalam bahasa formal yang kering, melainkan mengalir seperti nasihat seorang orang tua kepada anak-anaknya yang akan berangkat jauh.
Tentang tanggung jawab, tentang etika mahasiswa, tentang keberanian berpikir, dan tentang pentingnya menjadi pemimpin yang tidak hanya vokal, tapi juga beradab.

Dr. Nurdin menutup sambutannya dengan kalimat yang membuat banyak kader terdiam sejenak:

“Amanah ini bukan untuk gagah-gagahan, bukan untuk titel struktural. Amanah ini adalah ujian integritas. Siapa yang mampu menjaganya, dialah yang kelak akan dipercaya oleh sejarah.”

Setelah itu, giliran Ketua PC IMM Kota Makassar, Firman Karim, menyampaikan pesannya.
Ia berdiri dengan gaya khas seorang kader yang telah lama ditempa di ruang-ruang organisasi: bahkan sebelum bicara, aura tanggung jawab sudah terpancar dari cara ia menatap para pengurus baru.

“Hari ini, kalian bukan lagi hanya kader. Kalian adalah penggerak. Bukan hanya peserta kegiatan, tapi perancang arah gerakan,” kata Firman membuka sambutannya.

Buka Puasa Bersama FOKAL IMM FAPERTA Unismuh Makassar; Pererat SilaturahIMM dan Ukhuwah

Ia menekankan bahwa pelantikan bukan akhir dari perjuangan panjang, melainkan titik awal dari kerja-kerja besar yang lebih kompleks.

“Jangan jadikan jabatan ini sebagai kebanggaan pribadi. Jadikan ia sebagai alat perjuangan kolektif. IMM tidak butuh kader yang hanya pintar bicara, tapi kader yang sanggup bekerja, mendengar, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurutnya, PIKOM IMM Faperta harus berani tampil sebagai locus perubahan, bukan sekadar mengulang pola-pola lama organisasi.

Ia juga menantang pengurus baru untuk keluar dari zona nyaman.

“Kalau kalian hanya ingin nyaman, maka sebaiknya tidak perlu ber-IMM. Tapi kalau kalian siap ditempa, digembleng, dan diuji oleh realitas—maka di sinilah tempatnya,” ujarnya dengan nada penuh tekanan.

Tepuk tangan menggelegar setelah sambutannya usai.
Bukan sekadar karena kata-katanya lantang, tetapi karena pesannya menyentuh kesadaran banyak kader yang selama ini mungkin masih bertanya-tanya tentang arti sebenarnya dari jabatan organisasi.

Sesi sambutan kemudian ditutup oleh Ketua Umum PIKOM IMM Faperta Periode 2025–2026, Ilyas Julianto, sebagai representasi generasi baru yang siap mengambil alih tanggung jawab.

Tidak ada nada bombastis.
Tidak ada janji berlebihan.
Yang ada hanyalah kesadaran seorang mahasiswa muda yang tahu bahwa jabatan ini bukan sekadar simbol, tetapi beban sejarah kecil yang harus ia pikul bersama timnya.

“Kami tidak berjanji menjadi sempurna, tetapi kami berjanji untuk bertanggung jawab,” ujarnya membuka pernyataan.

Ilyas menegaskan bahwa kepengurusan yang ia pimpin akan berfokus pada penguatan kaderisasi, ruang intelektual, dan kebermanfaatan sosial.

“Kami ingin PIKOM IMM Faperta menjadi rumah bersama. Tempat tumbuh, tempat salah dan belajar, tempat menguatkan, bukan menjatuhkan,” katanya pelan namun penuh makna.

Ia menyadari bahwa tantangan ke depan tidak ringan.
Dinamika mahasiswa berubah.
Tuntutan zaman semakin kompleks.

Namun di hadapan puluhan kader yang duduk berjejer mengenakan jas merah IMM, Ilyas menyampaikan satu kalimat kunci:

“Kami ingin memastikan satu hal: bahwa IMM Faperta tidak hanya aktif di dalam ruangan, tetapi hadir di realitas kehidupan kampus dan masyarakat.”

Setelah seluruh rangkaian sambutan usai, prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengucapan ikrar, penyerahan simbol kepemimpinan, dan kemudian masuk ke agenda Tarpim serta Rakerpim, di mana seluruh pengurus mulai membentuk arah kerja organisasi.

Di luar ruangan, matahari siang mulai meninggi.
Namun di dalam aula itu, sebuah bab baru telah dibuka.

Bukan hanya tentang siapa yang menjadi ketua.
Bukan hanya soal siapa yang memegang jabatan.

Tetapi tentang bagaimana nilai perjuangan berpindah tangan, dari generasi ke generasi, melalui ruang bernama PIKOM IMM Fakultas Pertanian Unismuh Makassar.

Dan pada hari itu, amanah telah diletakkan.
Bukan di atas nama, tetapi di atas kesadaran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement